Aku terpekekur dalam diam
di malam yang kelam
hanya doa yang yang membisik
Namun dirimu nampak tak terusik
Rindu yang siap diadu
Tanpa perlu sekutu
Namun doa ini begitu temaram
Berperang dalam 2/3 malam
Akankah ia menggenggam menang
Atau pulang membawa kekalahan
Adakah dirimu juga melawan kantuk
Bersujud namun tetap tawadhu
Ataukah aku yang terlalu banyak meminta
Menawan hatimu yang sejatinya meronta
Munkinkah doa adalah bentuk muslihat
Dari harapku yang kosong atas cinta
Maka haruskah aku berhenti atau setidaknya rehat
Lalu diam saja tanpa upaya
Jika rindu datang
Dan sapaku tak terucap
Kemana aku harus mengadu?
Jika rindu datang
Dan hatimu tak jua bergetar
Kemana aku harus berserah?
Hanya gelaran sajadahku
Yang mampu mengetuk relung jiwamu
Itu satu-satunya cara untuk menemuimu
Untuk mencintaimu
.malam buta, ketika rindu,
Ditulis3:19 am 23/11/2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar