Elegi adalah anak sungai di tengah-tengah padang pasir
Yang mendadak hilang saat kau ingin membasuhkannya ke wajah
Elegi adalah mimbar besar dimana orang-orang meneriakkan
namamu untuk naik
Yang mendadak roboh saat kau memijakkan kakimu
Elegi adalah lilin kecil yang menerangi jalanmu di dalam goa
Yang mendadak mati saat kau hampir mencapai ujungnya
Elegi adalah kapal yang menemanimu mengarungi samudera
Yang mendadak rusak di tengah-tengah gulungan ombak
Elegi adalah sepotong brownies dalam sepiring besar tempe
Elegi adalah musik cinta ditengah-tengah upacara kematian
Elegi adalah terompet tahun baru di tengah-tengah dentum drum band
Elegi adalah gambaran gunung, sawah, pondok, sungai dan
matahari buatan balita ditengah-tengah pameran seni lukis
Adalah kepul asap bus kota reyot di jalan raya
Adalah polusi udara dari pabrik tua yang sudah gulung tikar
Adalah matahari yang hanya bersinar siang hari
Adalah bulan yang hanya benderang malam hari
Elegi, adalah aku.
_phie
(10 August 2012, Jumat)
