Jumat, 10 Agustus 2012

Elegi ...


Elegi adalah anak sungai di tengah-tengah padang pasir
Yang mendadak hilang saat kau ingin membasuhkannya ke wajah

Elegi adalah mimbar besar dimana orang-orang meneriakkan namamu untuk naik
Yang mendadak roboh saat kau memijakkan kakimu

Elegi adalah lilin kecil yang menerangi jalanmu di dalam goa
Yang mendadak mati saat kau hampir mencapai ujungnya

Elegi adalah kapal yang menemanimu mengarungi samudera
Yang mendadak rusak di tengah-tengah gulungan ombak

Elegi adalah sepotong brownies dalam sepiring besar tempe
Elegi adalah musik cinta ditengah-tengah upacara kematian
Elegi adalah terompet tahun baru di tengah-tengah dentum drum band
Elegi adalah gambaran gunung, sawah, pondok, sungai dan matahari buatan balita ditengah-tengah pameran seni lukis

Adalah kepul asap bus kota reyot di jalan raya
Adalah polusi udara dari pabrik tua yang sudah gulung tikar
Adalah matahari yang hanya bersinar siang hari
Adalah bulan yang hanya benderang malam hari

Elegi, adalah aku.

_phie
(10 August 2012, Jumat)

Rabu, 08 Agustus 2012

Tentang blog


Blog ini bukan wadah politik, ekonomi, atau manajemen bisnis. Bukan pula mengupas isi fisika inti, geometri, atau biokimia. Apalagi mengorek hakikat sesuatu dengan filsafat.

Blog ini hayalah medium sederhana untuk melesapkan pandangan tentang kepulan asap bus kota, hingar bingar jalan raya atau pedagang minyak tua renta. Tapi seringnya  menggali makna dari gejala alam sederhana. Degub jantung, denyut nadi, desir darah, atau derap langkah.  Kadang pula bercerita kecil tentang kicau burung, kokok ayam, gemericik hujan, semilir angin atau debur ombak menampar karang.

Sejatinya, blog ini hanyalah sebuah tempat bagi saya untuk berbagi cerita tentang kegiatan saya sehari-hari. Kejadian yang ada maupun tiada. Yang benar-benar terjadi atau yang saya inginkan terjadi. Fakta atau maya. Realis atau fiktif.

Selamat berlayar dalam anak-anak sungai huruf yang membentuk lautan kata hingga bermuara ke samudera makna…

Elegy, soliloquy, literature…
Enjoy,,

-Phie